Kamis, 17 Januari 2013

Lensa Kamera

Seringkali kita mendengar bahwa lensa dan kamera memiliki resolusi tinggi yang menjamin kita mendapatkan hasil bidikan yang tajam. Sebenarnya istilah tajam (sharp) dalam fotografi adalah suatu istilah yang keliru, tetapi sudah umum digunakan untuk menjelaskan tingkat kejelasan rekaman detil.

Ketajaman
Foto dengan tampilan detil-detil obyek yang jelas biasanya dikatakan sebagai gambar foto yang tajam (sharp). Ketajaman (sharpness) adalah istilah umum yang digunakan untuk menyatakan kemampuan suatu alat atau suatu gambar yang mampu mengungkapkan detil-detil gambar secara jelas, atau makin kecil detil gambar yang bisa terekam, atau makin rapat garis yang bisa digambarkan maka dikatakan makin tinggi ketajaman gambar tersebut.

Sebenarnya ketajaman merupakan masalah yang kompleks, karena tergantung pada banyak faktor yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi..Hasil rekaman dengan detil-detil yang jelas (dibilang : tajam) sebenarnya tidak terjadi begitu saja, kita harus memperhatikan banyak faktor, baik dari peralatan, kondisi yang dihadapi dan juga prosedur kerja. Semua faktor ini saling mempengaruhi, kita harus mempelajarinya, mengerti dan bertindak hati-hati untuk mendapatkan hasil bidikan yang memuaskan.  

Kualitas Lensa
Nah, ketajaman hasil gambar foto, terutama tergantung pada kemampuan daya pisah (resolving power) lensa yang digunakan. Karena ketajaman maksimum hanya bisa didapat dari kinerja (performance) maksimum lensa yang bersangkutan. 

Kemampuan daya pisah (resolving power) lensa, yang sekarang dikenal dengan istilah resolusi, juga sangat tergantung pada resolusi sensor gambar kamera, tetapi faktor utama yang menentukan ketajaman rekaman gambar ditentukan oleh resolusi lensa yang digunakan.

Lensa sangat menentukan kualitas gambar foto yang direkam, baik kualitas tampilan warnanya, maupun kualitas kejelasan rekaman detil-detil gambarnya. Kemampuan lensa dinilai pada kedua hal ini, kemampuan mereproduksi warna-warna dan kemampuan menangkap detil-detil obyek gambar foto.  

Makin baik kualitas tampilan warnanya dan makin baik kemampuan merekam detil-detil obyek gambar, maka kualitas lensanya makin baik, dan pasti makin mahal harganya.Tetapi belum tentu lensa yang mahal harganya mampu memberikan kualitas tampilan warna dan kemampuan merekam detil sangat baik. Pada lensa-lensa fotografi, harga tidak selalu sebanding dengan kualitas atau kemampuan kerjanya. 

Jelas kita membutuhkan lensa-lensa dengan kinerja (performance) yang sangat bagus untuk mendapatkan kualitas rekaman gambar maksimal. Jika lingkup pekerjaan fotografi kita hanya dokumentasi berbagai acara keluarga, seminar, laporan pengamatan dan perkembangan pekerjaan, membuat brosur ukuran kecil atau proposi di website dan jaringan sosial di internet, maka kita tidak perlu memiliki lensa-lensa dengan kemampuan kerja (performance) kelas satu.

Tetapi, jika kita bekerja dalam lingkup kerja profesional yang akan membutuhkan foto-foto berukuran besar, misalnya untuk billboard, poster, promosi pada majalah terkenal, membidik semua hal tentang kemewahan, bekerja pada kondisi kecerahan terbatas atau kondisi medan kerja yang berat, atau ingin mengikuti berbagai kompetisi fotografi, maka lensa menjadi masalah besar, kita membutuhkan lensa yang mampu menghasilkan kualitas gambar yang dibutuhkan.

Kesimpulannya, kualitas lensa kamera sangat menentukan kualitas gambar yang akan kita peroleh, karena itu memilih lensa yang digunakan harus disesuaikan dengan kebutuhan terhadap kualitas akhir gambar foto yang diinginkan. Jika kita menginginkan rekaman detil obyek gambar yang sejelas-jelasnya, maka kita harus menggunakan lensa yang cukup tajam juga, dalam hal ini resolusi optiknya cukup tinggi.

Sumber :
Mr. Makarios Soekojo 
http://www.greenartistix.com/