Kamis, 18 Juli 2013

Tradisi Mandi Belimau Adat Bangka

Tradisi Mandi Belimau Adat bangka  adalah tradisi masyarakat Desa Jada Bahrin kabupaten Bangka Propinsi Bangka Belitung. Tradisi Mandi Belimau ini di laksanakan setiap menjelang datangnya bulan suci ramadhan. Mandi belimau ini dulunya namanya belanger, Tujuannya agar supaya masuk bulan Ramadhan jiwa kita dalam keadaan suci.

Mandi belimau bangka belitung ini pertama kali di laksanakan pada tahun 1999 dan terus digali oleh pemerintah hingga sekarang masih dilaksanakan setiap tahun. Dengan tujuan untuk menjalin silaturrahmi dengan masyarakat semakin erat. menjelang acara Mandi belimau dipersiapkan air yang akan diisi kedalam sebuah guci besar dengan bertuliskan kalimat Arab semakin mengentalkan aura ritual keagamaan tersebut. Perlahan lelaki berprawakan besar dengan diselimuti pakaian khusus layaknya pakaian yang digunakan para pahlawan pada zamannya dengan dijaga oleh enam laki-laki berdiri tegap mulai menaburkan beberapa media campuran ke dalam air yang diberi nama "Air Taubat" tersebut.

Tujuh jeruk nipis yang mensyaratkan untuk dapat menguasai ilmu panglima Syaidina Usman dan layaknya kesaktian Akek Pok, tujuh butir pinang yang mensyaratkan kesucian Nabi Muhammad SAW,  dan juga kesucian Batin seorang pendekar Depati Bahrin, tujuh iris bonglai kering yang mensyaratkan keberanian Syaidina Ali dan kesaktian Akek Jok dalam mengusir jin iblis. Tujuh mata kunyit mensyaratkan untuk terus rajin bekerja yang dihiaskan pada sosok Syaidina Umar dan tauladan Akek Sak, mata mukot tujuh jumput dan bawang merah tujuh biji yang mensyaratkan sosok Akek Daek dengan kepribadian penurut serta mendengar dan menerima nasehat serta arang usang yang mensyaratkan agar selalu sabar dan bersatu dalam jihad Fisabilillah sebagaimana Syaidina Abu Bakar dan keteguhan Akek Dung. Dengan perlahan air campuran tersebut diaduk disertai dengan doa yang akhirnya siap untuk disiram kepada seseorang sebagai simbolis kesucian.